Mengelola Sampah ala Jerman. Kali ini saya akan membahas mengenai metode pembuangan sampah di Jerman. Menurut wikipedia, sampah merupakan material atau bahan sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses.
Berdasarkan sifatnya, ada dua macam sampah :
1. Sampah Organik, dapat diurai (degradable) : yaitu
sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun
kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi
kompos.
2. Sampah Anorganik, tidak terurai (undegradable) :
yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah
pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman,
kaleng, kayu, dan sebagainya.
Di Jerman, orang tak bisa membuang sampah sembarangan. Ada tempat
khusus untuk setiap jenisnya. Untuk setiap jenis sampah tersebut
tersedia bak sampahnya masing-masing.
Setiap perumahan, toko, kantor, restoran, supermarket dan industri di
Jerman wajib memiliki minimum dua macam tong sampah yang disediakan
dinas kebersihan pemerintah daerah setempat.
Tong yang tutupnya berwarna hijau digunakan buat pembuangan sampah
organik yang bisa langsung dikomposkan, sedangkan tong bertutup abu-abu
untuk pembuangan sampah multi atau nonorganik.
Disini (Bad Rappenau) Setiap hari kamis, kita akan melihat tong
sampah berjejer rapi di pinggir jalan yang kemudian diambil oleh dinas
kebersihan. Mobil sampahnya berupa truck box berukuran besar sehingga
tidak ada bau sampah yang keluar. Karena saat ini sedang musim panas
maka tong sampah berwarna hijau diangkut tiap minggu (hari kamis) oleh
petugas, sedangkan yang berwarna abu-abu diangkut tiap dua minggu
sekali.
Untuk sampah lainnya, seperti barang pecah belah, kertas, barang
logam, pakaian dan lainnya kita harus mendatangi lokasi pembuangan
sampah tertentu, harus perhatikan hari dan jam untuk buang sampahnya.
Hal ini supaya tidak menggangu lingkungan sekitar dan menghindari suara
berisik saat kita buang sampah. Di lokasi yang saya datangi hari dan jam
buang sampah adalah hari senin sampai sabtu, jam 9 pagi sampai jam 7
malam.
Foto 1. Lokasi Pembuangan Sampah, yang saya kunjungi ini di Bad Rappenau
Foto 2. Schuhspende & Kleiderspende (bak sampahnya berwarna
hijau) : Sampah sepatu dan Pakaian, kalau Anda memiliki banyak sepatu
dan pakaian yang sudah tidak mau digunakan lagi, daripada bikin sumpek
rumah silakan masukkan ke wadah pembuangan ini.
Yang tengah khusus untuk sepatu-sepatu bekas sedangkan bagian kiri dan kanan untuk pakaian-pakaian bekas.

Foto 3. Für Zeitungen/Zeitschriften (bak sampahnya berwarna coklat) :
yang boleh dimasukkan hanya berupa sampah kertas. Seperti koran,
majalah dan lainnya yakni semua sampah terbuat dari kertas.
Diluar tempat sampah diberi peringatan tidak boleh untuk sampah
berupa dus atau karton, seperti dus susu, dus minuman ringan, dus
makanan dll. Tapi ko saya lihat ada sampah karton tuh masuk juga, wah
itu orang yang bandel atau tidak mengerti ya :D.
Foto 4. Dosen und Behälter aus Metall (bak sampahnya berwarna silver
ada garis orange) : untuk sampah dari bahan logam atau kalengan,
seperti kaleng minuman ringan, ( coca cola, sprite dll ), wadah makanan,
dan lainnya yang terbuat dari logam.
Barang pecah belah dibedakan menjadi tiga, yakni :
Foto 5. Für Grünglas (bak sampahnya berwarna hijau) : untuk sampah
berupa barang pecah belah (kaca / beling) berwarna hijau, seperti
botol-botol minuman yang berwarna hijau silakan masukkan kesini. Diluar tempat sampah diberi peringatan tidak boleh untuk sampah berupa keramik atau porcelain.
Foto 6. Für Braunglas (bak sampahnya berwarna coklat) : untuk
sampah berupa barang pecah belah (kaca / beling) berwarna coklat,
seperti botol-botol minuman yang berwarna coklat silakan masukkan
kesini. Diluar tempat sampah diberi peringatan tidak boleh untuk sampah berupa keramik atau porcelain.
Foto 7. Für Weissglas (bak sampahnya berwarna putih) : untuk sampah
berupa barang pecah belah (kaca / beling) bening atau transparan,
seperti botol-botol minuman silakan masukkan kesini.
Diluar tempat sampah diberi peringatan tidak boleh untuk sampah berupa keramik atau porcelain.
Kalau buang botol, harus pisahkan antara botol dengan tutupnya, tutupnya tersebut harus dibuang ke bak yang untuk sampah logam.
Kalau Anda ingin membuang barang-barang yang tidak dipakai lagi
seperti , kursi, tempat tidur, atau perabot rumah tangga lain, bisa
menelpon kantor pembuangan sampah. “barang-barang tidak terpakai”
tersebut akan diangkut, asalkan diletakkan di pinggir jalan raya, untuk
mempermudah pengangkutannya.
semoga bermanfaat
Referensi: http://pursuingmydreams.com/2011/07/04/mengelola-sampah-ala-jerman/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar