
Pertama kali saya memilih kota ini, karena nasehat dari seorang Abang
yang saya hormati dan saran dari seorang teman lama. Saya tidak pernah
tau sebelumnya, seperti apa wajah kota Aachen. Dan bagaimana
karakteristik masyarakatnya. Yang saya pikirkan saat itu, akan mudah
menjelaskan kepada orang-orang di Indonesia kalau ditanya dimana tempat
saya tinggal di Jerman. Karena kota ini adalah tempat dulu Mantan
Presiden B.J. Habibie kuliah. Semua orang pasti pernah dengar, walaupun
sebenarnya mereka belum tentu tau dimana letak Aachen.
Ternyata setelah saya sampai di Aachen dan merasakan sendiri tinggal
disini, ada banyak keuntungan yang membuat saya bersyukur karena memilih
kota ini sebagai kota tujuan study saya.
Ini beberapa keuntungan yang saya rasakan :
1. Letak Aachen yang Strategis
Kota Aachen berbatasan langsung dengan negara Belanda dan Belgia.
Dari rumah, saya naik bus 15 menit sudah sampai Belanda. Dari Kampus
naik bus 20 menit sampai di Belgia. Mau ke Amsterdam, cuma 2 Jam naik
kereta, begitu juga kalau mau ke Brussel. Di Aachen ada satu titik,
dimana titik tersebut jadi milik 3 Negara. Yaitu negara Jerman, Belgia,
dan Belanda. Dan kalau kita berdiri dititik tersebut, berasa keren
karena udah mengunjungi 3 negara tersebut (rasanya aja sih, aslinya
belum afdol, hehe).
2. Tidak Perlu Kelaparan di Hari Minggu
Untuk yang belum tau, di negara Jerman hari Minggu adalah hari libur
bagi semua orang. Artinya enggak cuma orang kantoran atau sekolah aja
yang libur, tetapi juga toko-toko Swalayan yang menjual makanan. Bagi
yang lupa belanja hari sebelumnya, siap-siap kelaparan di hari Minggu
dan menunggu sampai hari Senin. Nah enaknya penderitaan itu tidak
berlaku untuk orang-orang di Aachen. Kalau lupa belanja hari Sabtunya,
masih bisa belanja di Belanda atau Belgia. Karena disana toko-toko tetap
buka pada hari Minggu.
3. Aachen Kota Turis
Aachen terkenal dengan kekaisaran Raja Karl pada jaman dahulu yang
memiliki wilayah kekuasaan yang luas. Dom Aachen (Gereja Kathedral),
Rathaus Aachen, dan Elisenbrunnen terkenal sampai mancanegara. Banyak
turis asing datang ke Aachen setiap minggunya untuk menyaksikan
kemegahan bangunan tersebut. Pemandangan sekelompok turis yang berjalan
berbondong-bondong sambil memegang kamera dan dipandu oleh seorang
pemandu berbahasa asing sudah biasa disini. Ada banyak sudut di Aachen
yang sangat cantik untuk dijadikan tempat Foto. Aachen juga menyimpan
banyak sejarah eropa yang menarik untuk didengar.
4. Kota Kecil nan Lengkap
Aachen memiliki luas wilayah 160,8 km². Bukan termasuk kota yang
besar, tapi cukup lengkap dan cantik untuk sebuah kota kecil. Luas
Aachen hanya seperlima dari luas wilayah DKI Jakarta, bahkan tidak lebih
besar daripada kota Depok (Jawa Barat). Di kota ini tersedia semua
fasilitas yang dibutuhkan oleh mahasiswa, seperti kampus yang luas,
perpustakaan besar yang tersebar dipenjuru sudut kota, taman-taman kota
yang dikhususkan untuk mengisi waktu luang masyarakatnya, transportasi
yang nyaman (dan gratis untuk mahasiswa), wilayah cafe dan restaurant
untuk hang out di akhir pekan, kantin mahasiswa dengan harga potongan
40% setiap harinya, kota tua yang sangat cantik untuk sekedar
berjalan-jalan disore hari, pusat perbelanjaan yang lengkap (dari mulai
ZARA, MANGO, Fossil, H&M, TK maxx, sampai toko Asia, toko Arab, toko
India, Thailand, etc), dan banyak lagi. Dan yang paling penting untuk
saya adalah semua tempat tersebut bisa saya jangkau hanya dengan
berjalan kaki. Praktis dan sehat.
5. Banyak Kesempatan Kerja untuk Student
Karena Aachen adalah kota Student, ada banyak kesempatan yang terbuka
untuk mendapatkan pekerjaan disini. Banyak perusahaan menempatkan
pusatnya di Aachen, karena letaknya yang strategis dan berbatasan
langsung dengan banyak negara lain. Hal ini memberikan keuntungan juga
bagi mahasiswanya. Karena mereka bisa mendapatkan pekerjaan sesuai
dengan keahlian mereka dan banyak perusahaan yang sangat welcome dengan
pekerja yang berstatus mahasiswa. Salah satu contoh perusahaan yang
menjadi target tempat pekerja bagi mahasiswa indonesia dari segala
penjuru Jerman adalah Perusahaan coklat Lindt. Di perusahaan tersebut,
banyak mahasiswa Indonesia (tidak hanya dari Aachen) yang bekerja pada
saat liburan atau saat mereka memiliki waktu luang. Yang menarik dari
perusahaan ini adalah mereka menerima pekerja muslim yang berjilbab
tanpa syarat. Karena itulah tidak heran Lindt menjadi tempat favorit
untuk bekerja mahasiswi Indonesia di Jerman, terutama yang menggunakan
jilbab. Sebenarnya masih ada banyak alternatif tempat bekerja lain yang
bisa dilakukan oleh mahasiswa Indonesia, tetapi akan saya bahas di
artikel saya selanjutnya.
Segini dulu tulisan saya, mudah-mudahan memberikan sedikit gambaran
bagi kalian yang belum pernah ke Aachen dan mau memulai kehidupan
disini. Bagi yang tinggal di Aachen,jika ada pendapat lain atau ada
tambahan mengenai kelebihan hidup di Aachen? Silahkan komment
di kolom bawah. Saya akan sangat senang sekali dengan feed-back dari
kalian. Sampai jumpa di tulisan saya berikutnya!
Referensi: http://vake.me/2015/04/intip-5-keuntungan-hidup-di-kota-aachen/














